Mengubah Perspektif Mode Para Desainer Ala Tilda Swinton

Mengapa Tilda Swinton disebut-sebut sebagai muse atau semacam ilham bagi para desainer dan seniman? Itu alasannya yaitu beliau dianggap melambangkan semua hal yang berbau androgini. Wajahnya alami tanpa banyak polesan, dan gaya berbusananya dicap sebagai ibarat bunglon. Digambarkan sebagai "eksistensialis", Tilda berasal dari kelompok perempuan yang sangat langka, mewakili segala sesuatu yang diharapkan untuk menjadi seorang inspirator; berpengaruh, penuh gairah, dan transformatif.

Dikutip The Fashion Hub, beliau menjadi muse atau stimulus kreatif untuk orangorang ibarat Saint Laurent, Celine, Haider Ackermann, dan Raf Simons. Tilda dinilai berkontribusi pada semua hal yang bekerjasama dengan mode ketika ini. Gaya berpakaiannya yang minimalis juga dianggap sebagai gaya berpakaian nongender. Dia juga menjadi salah satu orang yang menciptakan setelan jas menjadi sesuatu yang feminin, memanfaatkan cuilan siluet terbaik, dan tampil tanpa riasan wajah. Tampilannya yang estetik dan sinematik ini menciptakan banyak seniman dan desainer mendefinisikan ulang arti mode.

Tilda telah memikat industri mode dengan penampilannya yang mencolok dan kehadirannya yang penuh gaya berbeda. Menurut W magazine, Tilda mengaku perkenalannya lebih intens dengan dunia mode dimulai semenjak dirinya berperan dalam film The Beach bersama Leonardo DiCaprio. Kala itu beliau merasa sangat tidak nyaman didandani oleh orang yang tidak mengenal dirinya atau kepribadiannya. Dia pun mulai menghubungi temannya, Jerry Stafford, yang disebutnya sebagai sobat "bermain" dalam dunia mode. 

Jerry-lah yang memperkenalkan Tilda dengan Viktor & Rolf, yang kesudahannya menyebabkan beliau sebagai muse. Tilda juga dilaporkan menjadi muse atau ilham bagi Lanvin Alber Elbaz, Haider Ackermann, Stefano Pilati dari Yves Saint Laurent, Phoebe Philo dari Celine, dan Raf Simons. Dia juga menjadi muse untuk Chanel, Haider Ackermann, termasuk perancang busana ternama Karl Lagerfeld.

Dia juga menjadi favorit bagi fotografer, salah satunya Craig McDean yang berulang kali memotretnya. Persahabatannya dengan para desainer sangat penting di mata Tilda. "Agar seseorang tahu apa yang Anda butuhkan untuk menciptakan Anda nyaman, mereka perlu tahu siapa Anda. Meminta mereka menyebarkan pakaian ibarat dimasaki oleh seseorang yang tahu apa masakan kesukaanmu," tuturnya.

Dikutip Business of Fashion (Bof), Tilda bukan hanya sebagai fashion plate, tapi beliau yaitu seniman yang menyadari kekuatan kostum dan cekatan dalam menilai suasana hati, serta pandai meninggalkan kesan. Dia sangat terlibat dalam proses kreatif. Dari beberapa gaya yang dimiliki Tilda, daya tarik koleksinya terletak pada "kelembutan" dengan "setelan perak yang ngerock" yang menjadi favoritnya. Meski begitu, Tilda mengaku tidak terlalu memperhatikan dunia mode dan tidak mengikuti tren. Adapun yang beliau lakukan hanyalah ingin mempunyai gaya sesuai dengan keinginannya.
Misalnya saja ketika sekolah dulu, Tilda kerap memutar seragamnya ke kiri atau ke kanan dan membuatnya sedikit acak-acakan hanya demi membuatnya merasa nyaman. "Orang-orang melihat gaya saya sebagai sesuatu yang supernyaman dan inspiratif, menarik, dan alami, tapi saya tidak pernah benar-benar memahami hal-hal tersebut," katanya, dikutip W magazine.
Mengubah Perspektif Mode Para Desainer Ala Tilda Swinton Mengubah Perspektif Mode Para Desainer Ala Tilda Swinton Reviewed by Mutia Olyvia on 14.54 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.